ini hanya copy paste dari note di facebook
Tuhan adalah sutradara dari pementasan yang saya mainkan dengan judul 'ASTRI' yang bercerita tentang perempuan muda yang memaknai makna hidupnya sendiri. Tuhan juga yang menulis naskah, dia menciptakan tokoh Astri dengan karakter yang sedikit rumit. Sampai-sampai saya merasa lelah berperan sebagai Astri, tapi sebagai aktris yang telah di percayai Tuhan untuk menjadi salah satu tokoh rekaanya. Saya harus bisa dan profesional karena Tuhan pun profesional dalam menyutradarai pementasan ini.
Setting dari pementasan ini adalah hidup Astri, lighting dari pementasan ini adalah matahari dan bulan, kostum dari pementasan ini adalah tubuh Astri dan pementasan ini sudah di pentaskan dari 24 februari 1992.
Keluarga menjadi Tim belakang layar, merekalah yang menyiapkan segala sesuatunya agar pementasan ini berjalan lancar. Dari mulai kostum, make up sampai property merekalah yang mengadakanya.
Saya sangat bersyukur pada Tuhan, karena Tuhan membuat 'Astri' sebagai pertunjukan teater bukan sebagai sinetron. Kalau Tuhan membuat 'Astri' menjadi sinetron, tidak terbayangkan betapa rumit jalan hidup Astri. Seperti sinetron-sinetron kebanyakan!, bisa-bisa Astri mati diracuni atau di tabrak mobil nantinya.
Dalam naskahnya Tuhan membuat Astri sebagai tokoh yang periang, tidak pintar tapi sedang berusaha menjadi pintar dan bertingkah agak aneh. Tapi dia juga bukan orang yang selalu ceria adakalanya dia merasa sedih dan kecewa.
Saya terus mendalami karakter saya sebagai Astri, karena saya tidak ingin mengecewakan Tuhan, Tim belakang layar dan para penonton.
Dan
ending dari pementasan ini adalah kematian, nanti Astri akan mati dan kalau Astri sudah mati pementasan ini juga sudah selesai dan para penonton akan memberi tepuk tangan yang meriah. Lalu saya akan memainkan tokoh-tokoh rekaan Tuhan yang lainya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar