halusinasi ekstasi
semalam aku menginginkan kamu mati..
"kamu berfantasi dengan pil-pil ekstasi
kamu berhalusinasi sampai pagi
menyisakan elegi
sistem saraf mu sudah ada yang mati
kamu terlihat bodoh
sambil terus berceloteh
kamu silet hati orang-orang yang ada disekeliling mu
ya... termasuk aku, adik mu!
kamu menoreh luka yang sangat dalam hingga aku jadi pendiam
sampai sekarang, sampai pagi ini aku masih mengerang kesakitan
dalam jeda ulangan aku menulis sajak ini
di halaman paling belakang soal kewarganegaraan"
..tapi sekarang tidak lagi
TARI
Gerak lentur perlahan merambah sekujur tubuh
Tangan lentik bergerak antik penuh ritmik
Tubuh bergoyang penuh nyawa
Mata berbicara seribu bahasa
Membuat banyak elemen dari tiap instrumen
Bergerak lepas bebas
penari...
bernari...
penuh arti...
FOTO
Aku lihat foto mu Terpajang kaku antara foto aku dan mama
Di penuhi debu
Di selimuti tabu
Kau menatapku
Aku tatap matamu
Kau seperti ingin berkata sesuatu
Tapi mulutmu beku
Hanya matamu yg masuk kedalam kalbu ku
Aku rindu pelukanmu
Aku rindu belaian dari tangan kerasmu.
Aku rindu kamu, Bapak ku
Sekarang aku hanya bisa menatap kuburmu di depan rumahku
dunia astri (!)
aku ingin masuk lebih dalam ke dunia ku, dunia dimana aku tenang dan nyaman
akan aku buat duniaku menjadi sunyi senyap tanpa lampu dalam gelap
dan
aku juga akan buat duniaku terang gemerlang tawa yg tak pernah hilang
aku ingin berteriak menangis memuntahkan muak! menjerit menyeringit kala sakit
mengobrak-abrik pakem
membunuh rasa sakit
mencairkan yang beku
mendinginkan yg panas
merubah kecil menjadi besar dan
menghidupkan yg mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar