26 Jun 2010

puisi puisi tidak berisi

halusinasi ekstasi

semalam aku menginginkan kamu mati..
"kamu berfantasi dengan pil-pil ekstasi
kamu berhalusinasi sampai pagi
menyisakan elegi

sistem saraf mu sudah ada yang mati
kamu terlihat bodoh
sambil terus berceloteh
kamu silet hati orang-orang yang ada disekeliling mu
ya... termasuk aku, adik mu!
kamu menoreh luka yang sangat dalam hingga aku jadi pendiam
sampai sekarang, sampai pagi ini aku masih mengerang kesakitan

dalam jeda ulangan aku menulis sajak ini
di halaman paling belakang soal kewarganegaraan"

..tapi sekarang tidak lagi




TARI

Gerak lentur perlahan merambah sekujur tubuh

Tangan lentik bergerak antik penuh ritmik

Tubuh bergoyang penuh nyawa

Mata berbicara seribu bahasa

Membuat banyak elemen dari tiap instrumen

Bergerak lepas bebas

penari...

bernari...

penuh arti...





FOTO

Aku lihat foto mu Terpajang kaku antara foto aku dan mama
Di penuhi debu
Di selimuti tabu
Kau menatapku
Aku tatap matamu
Kau seperti ingin berkata sesuatu
Tapi mulutmu beku
Hanya matamu yg masuk kedalam kalbu ku

Aku rindu pelukanmu
Aku rindu belaian dari tangan kerasmu.
Aku rindu kamu, Bapak ku

Sekarang aku hanya bisa menatap kuburmu di depan rumahku



dunia astri (!)

aku ingin masuk lebih dalam ke dunia ku, dunia dimana aku tenang dan nyaman

akan aku buat duniaku menjadi sunyi senyap tanpa lampu dalam gelap
dan
aku juga akan buat duniaku terang gemerlang tawa yg tak pernah hilang

aku ingin berteriak menangis memuntahkan muak! menjerit menyeringit kala sakit

mengobrak-abrik pakem
membunuh rasa sakit
mencairkan yang beku
mendinginkan yg panas
merubah kecil menjadi besar dan
menghidupkan yg mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar