28 Nov 2011

Dirat dan Dias


mereka adalah dua manusia beda karakter, beda orang tua, dan beda masa depan.
mereka berteman dari kecil. mereka memiliki jalan berbeda menuju kedewasaan, mereka pernah berproses dan terus akan berproses.
mereka punya kesamaan, sama keras kepala dan ingin menjadi manusia yang berdiri di bumi dengan jerih payah sendiri.
mereka ingin memanusiakan manusia dan memanualkan manual.
Dirat dan Dias adalah nama keduanya, memplokamirkan diri mereka sebagai sedora, dalam dunia perwayangan mereka bagaikan nakula dan sadewa.


dirat. menyukai bahasa visual dan sangat ingin menjadi bagian visual dari kehidupan banyak orang.
ceria, labil, islam. dirat mempercayai keberadaan Allah sebagai Tuhan dari agama islam. dirat hanya ingin bicara pada mamanya bahwa dia sudah dewasa dan dia yang akan mempertanggungjawabkan apa yag telah iya lakukan kepada tuhanya, karena dia ingin menyayangi Tuhanya
dengan cara dia sendiri.
 kadang menurut dia segala alasan yang di lakukan di dalam kesalahan yang dia buat pada agamanya adalah
bentuk pembelaan diri sementara karena pada akhirnya urusan akhirat yang selalu akan menang.
dirat hanya ingin merasakan masa mudanya, dirat tau harus dibawa kemana tubuh kurusnya itu, tidak selamanya tubuhnya akan dirusak oleh angin malam dan debu jalanan. dirat tau bagaimana cara mengkondisikan dirinya, dia hanya ingin mandiri.
dirat manusia seribu fantasi, daya khayalnya bila di presentasikan adalah 80%, dan sisanya realitas.
dirat menyukai semua bentuk kemandirian, dirat masih mencari karakter dalam tiap visualnya.
dirat hanya ingin berjalan dengan kakinya sendiri, dirat hanya ingin menjadi manusia kritis menurut dirinya sendiri, menurut dirat kritis tidak hanya melulu ketika disuruh bertanya lalu mereka bertanya. kritis adalah bagaimana dia melihat apa yang terjadi di sekelilingnya dan di dirinya sendiri.

dias, idealis. penulis.
dias pernah di goyah keimananya tapi setelah melewati beberapa kendala dalam jalanya, sekarang iya percaya bahwa tuhan ada dan perantaranya adalah agama.
dia islam. sekarang rajin solat. memili prilaku yang agak beda dr biasanya, menurut saya itu lumrah.
itu pilihan dias. dias nyaman dengan kondisinya seperti itu. zaman berkembang, dan yang paling bisa di pertahankan dr perkembangan zaman adalah kenyamanan. dias manusia pendiam tapi dalam benaknya pasti banyak timbul tanda tanya besar yang sedang dia usahakan untuk bisa menemukan jawabanya.
dia perkeja keras dan perkerja yang suka malas2an.
dias menyenangkan. hanya itu pointnya.


dirat dan dias segelintir manusia yang sedang mencari layaknya masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar