Kenpa Tuhan, T nya harus besar?
Suara adzan nya kalah sama suaranya Frau yang saya sedang dengarkan di kamar saya. Ya saya tidak mendengarkan adzan yang sedang berkumandang saya sedang asik sama dunia saya, saya sudah lama melupakan Tuhan! bisa di bilang setelah bulan ramadhan kemarin. Saya munafik sama Tuhan saya, saya gunakan semua fasilitas yang Tuhan kasih ke saya tapi saya ga pernah bisa ngebalesnya, saya banyak meminta ke dia, tapi saya lupa untuk memberi ke dia walau saya tau Tuhan tidak pernah mengharapkan imbalan dari apa yang dia beri. Saya menyadari kesalahan saya ke Tuhan saya, tapi anehnya ga ada niatan untuk berubah dan menjadi seorang yang tau berterimakasih sama Tuhanya. Sebegininya kah saya?
Saya merasa ada yang aneh dalam diri saya, saya merasa beda dengan teman-teman yang sekarang, saya ga sepaham! Teman-teman saya yang sekarang sangat peduli sama lingkungan dan orang-orang di sekitarnya sedangkan teman-teman saya yang dulu sangat cuek sama lingkungan dan orang-orang disekelilingnya, dan saya lebih menyukai yang dulu. saya bukan tipekal orang yang mau peduli sama orang lain, saya cuek sama orang yang saya ga terlalu kenal. Semua orang punya hak untuk mau bagaimana dan mau apa. Semua orang punya hak untuk mengatur dan menjalankan hidupnya jadi saya ga peduli itu orang mau ngapain, selama dia ga ngeganggu jalur hidup saya yang monoton ini. Saya ga suka sama orang yang nge-judge orang lain terlebih menggunakan kata kotor dan cendrung ga berpendidikan. Sejujurnya saya membenci orang-orang yang menggunakan kata-kata kotor dan cendrung ‘nakal’ itu vandalism buat saya. Mungkin karena sifat seperti ini saya merasa agak susah bergaul sama orang baru kenal, saya juga susah untuk terbuka sama orang yang baru saya kenal. Ini bukan berate saya paling benar dan orang lain yang baru saya kenal itu ga baik, ini hanya yang mau saya ungkapkan dan Ini pertahanan diri atau pembodohan diri? Saya gatau…..
“Dan saya berharap ada yang menerangi sisi gelap ini”
¬¬¬¬¬
Tidak ada komentar:
Posting Komentar